Rabu, 29 Agustus 2012



Takut, deg-degan, pengen nangis “ujar Aldina Nur Risqi sebagai ketua kelompok karya ilmiah saat menunggu pengumuman yang ternyata diundur hingga tanggal 24 September 2012. Semakin sabar, pasti akan ada kabar baik, apapun itulah yang terbaik ”Nurlia sari sebagai anggota kelompok karya ilmiah menguatkan”. Partisipasi anak rohis dalam karya tulis ilmiah ini tiada lain adalah ingin membuktikan bahwa anak-anak Rohis adalah anak-anak terbaik, ini merupakan bentuk perjuangan secara akademik yang membawa nama baik Islam dan nama baik sekolah. Seolah diingatkan kembali dengan Surat Ali Imran ayat 110 yang artinya:
Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,(karena kamu) menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar...”

Keinginan yang kuat untuk mengisi pos-pos prestasi dimanapun, dan berharap Islam lah yang mendominasi prestasi tersebut membuat kedua remaja berusia 15 dan 16 tahun ini bersemangat, hingga mengorbankan tenaga, materi, juga sebagian waktunya untuk studi pustaka di perpustakaan, searching, dan edit data di rumah salah satu alumni hingga larut. Karya ilmiah merupakan bentuk telaah, atau perhatian kita terhadap apa yang Allah ciptakan.

Hingga tiba, 24 September 2012 pengumuman melalu web: nutritionexpo.co.cc. Kakak
, kita gak lolos :’) ”ujar Nurlia Sari dalam sebuah pesan singkat. Karya Ilmiah tingkat nasional ini diikuti oleh berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia, untuk tingkat pelajar, 3 kelompok dari daerah menjadi finalis yang akan presentasi nantinya.  Karya Ilmiah anak Rohis MAN 15 yang berjudul ”Penanaman pentingnya gizi seimbang bagi remaja untuk menyiapkan calon ibu generasi sehat” memang tidak lolos dalam lomba ini, tapi pengalaman yang ditorehkan, menguatkan semangat kedua remaja ini untuk maju. Nurlia Sari, meski masih menduduki kelas XI, dia semakin yakin dan semangat untuk melanjutkan studi ke Kebidanan, dan juga Aldina Nur Risqi, ia semakin ingin mengasah kemampuan menulisnya dan ingin melanjutkan ke Kesehatan
.


Hikmah adalah milik umat yang bersyukur. Dan Ikhlas adalah kunci kesuksesan setelah kita berikhtiar dan tawakkal. Yakin bahwasanya, yang Allah nilai adalah proses, kelurusan niat, dan jejak/bekas-bekas yang baik yang telah ditorehkan selama penyusunan karya tulis ilmiah tersebut. Berharap kedepannya, anak-anak Rohis dimanapun berada, mengisi pos-pos prestasi dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari jalan juang dan pembuktian sebagai umat terbaik. Untuk AKRAM (Akhwal Kepemudaan Rohis MAN 15) tetap semangat!



Senin, 25 Juni 2012


                Gak pernah nyangka bakal terus – terusan pakai jilbab, gak pernah nyangka bakal punya jalan hidup yang berbeda dengan remaja pada umumnya, gak pernah nyangka sampai sekarang masih terjaga dengan aktivitas yang bermanfaat. Sumpah gw gak pernah nyangka (sering banget ngomong gini). Kalau dulu sering nangis buat hal yang gak penting, sering ngomong kata-kata yang kotor, sekarang nangisnya jadi terkendali dan terarah, juga gak gampang menyerah. Jujur deh, di KROSMA ini saya baru merasakan begini loh seharusnya, untuk ini lho kita hidup. Gak PD juga masuk KROSMA dulu, karena saya itu tadinya gak suka sama orang-orang yang kelihatannya berlebihan, kerudungnya kepanjangan, ngomongnya kayak orang pintar, dan keras banget kalo untuk hal yang gak baik, fanatik banget sih lo, atau bahkan saya sering manggil guru saya di MTS dengan panggilan “bu Taplak” karena jilbabnya yang lebar, tapi saya sekarang malah bangga jadi kaya taplak, kadang suka istighfar sendiri jadinya. Rasanya tuh kaya preman insyaf..karena saya perempuan,hmmm..pre(women) insyaf deh. Engga tau darimana awalnya, tiba-tiba nyemplung aja di krosma. Ini sekenario Allah banget. Dan gara-gara KROSMA, saya jadi suka baca buku, dan suka ngebantu orang sekecil apapun, seneng aja gitu, semua berasa jadi ladang amal.
Dulu sih sempet ngerasa gak pantes, secara anak bandel nangkring di Rohis. Issh bisa merusak citra Rohis. Udah gitu biasa aja lagi, gak pinter kayak yang lain. Tapi justru itu, karena saya sadar saya bandel, meski sekarang bandelnya suka kumat, semakin merasa butuh KROSMA, semakin butuh deket sama orang-orang yang baik, dan karena saya bukan orang yang pinter, justru saya harus tetep di KROSMA, supaya ketularan pinter, dan memang di mentoring kita selalu diarahkan untuk memaksimalkan potensi, dan enaknya lagi kita bisa mengeruk atau bahkan menghisap ilmu-ilmu temen2 KROSMA secara Cuma-Cuma, secara anak KROSMA tahun angkatan saya tuh ramah-ramah banget. Setiap ikut mentoring di KROSMA, itu rasanya ngena aja ke hati yang paling dalem, rasanya tuh hati kayak babak belur, dan pulang dari KROSMA tuh suka lemes. Kenapa? Karena yang biasanya sering ngomel2 di rumah, kayak udah gak kuat lagi buat ngomel2, lebih baik nangis jadinya, sekarang pun masih ngomel2, tapi rada-rada terarah. Seengganya ada hal, yang dulu gak bisa saya kendalikan, akhirnya jadi lebih terkendali.
                Gak ngerti harus balas budi seperti apa, hal apapun kayaknya gak akan bisa mengganti jasa-jasanya pembina Rohis, Alumni, guru-guru yang mendukung KROSMA dsb. Makanya saya semangat banget, kalo ada adik Rohis yang minta tolong dan lain sebagainya. Masuk KROSMA itu semakin ngerasa bahwa Islam itu lembut banget, Allah itu Maha besar, dan saya itu kecil banget, bahkan saya merasa lebih gaul, karena KROSMA itu mengajarkan saya untuk tawazun (seimbang) memaksimalkan semua potensi, jadi malah lebih gaul dibanding yang lain, karena jadi bersemangat menaklukan keahlian-keahlian, meskipun dari dulu “gitar” gak bisa saya taklukan. Toh, gaul itu gak diliat dari bisa nyanyi, musik dsb. Gaul itu bahkan bisa diartikan seberapa dekat dan bermanfaat kita dengan teman-teman, masyarakat, sekolah lain dsb. Jujur, saya jadi orang yang tidak malu untuk menyampaikan opini, meskipun itu baru kerasa setelah lulus SMA.
                Saya yakin kalau kalian sering dateng mentoring, terus ngejalanin apa yang jadi tugas kalian di Rohis, selepas SMA, kalian akan jadi orang yang dibutuhkan, kalian gak akan jadi sampah. Meski sekarang banyak keluhan dari adik-adik Rohis: “susah kak ngajak temen2 lain buat ikutan rohis”, bla bla bla bla...kalau kalian berusaha dan tawakal, meski anak Rohis angkatan pas kalian jadi pengurus sedikit, yakin deh.. kepengurusan selanjutnya akan dapet pengganti yang dahsyat. Karena kita gak tau, kapan Allah mengijabah doa dan segala usaha kita.  Satu lagi, jangan pernah menjudge orang lain sesat, fanatik, dll sebelum kita memahami apa yang ada dalam Islam secara keseluruhan, hanya Allah yang berhak menilai. Kadang, penilaian kita terhadap orang lain lah, yang manghambat hidayah itu masuk, karena secara tidak langsung kita merasa diri kita paling benar. Dulu, saya sering banget bilang orang sesat, padahal saya kan gak punya ilmu, kadang lingkungan itu emang berpengaruh terhadap cara pandang kita. Begini sobat, kalo kita ngerasa bandel, coba dateng ke tempat2 yang baik, kalau pengen selamet. Cari dan pelajari Islam, karena itu luas sekali. Jangan mengandalkan Islam turunan, gak asyik, gak seru, dan ngebuat kita jadi membebek. So, harus terus jadi pembelajar, jangan pernah tanyakan apa yang sudah Islam berikan untuk kita, tapi tanyakan pada diri kita, apa yang sudah kita berikan untuk Islam. Intinya kalo ngomongin KROSMA, gak bisa Cuma seukuran A4, karena ibarat pohon-pohon yang menjadi pena dan lautan yang menjadi tinta, syukur tiada terhingga................#sebenernya gak bisa berhenti ngetik. Pesan saya buat adik-adik KROSMA: “Terus semangat, terus berjuang, selalu luruskan niat karena Allah, kuatkan hati terus, jangan termakan omongan yang bisa membuat kalian lemah, tapi jadikanlah omongan itu sebagai cambuk, agar kalian lebih melejit lagi, terus buktikan dengan keshalihan dan intelektual kalian bahwa kita adalah Umat Terbaik. Jangan menyerah sebelum berusaha, karena yang Allah nilai adalah prosesnya. Bisa kalian bayangkan kalau banyak pre(women) insyaf lainnya yang pada akhirnya ikut berjuang membumikan kalimat Allah di dunia ini yang manfaatnya bukan hanya saat SMA. KROSMA “Love is you” banget deh. Guru-guru yang mendukung: Pak Kidup, Pak Amin, Bu Yayan, Bu Nana dll Syukran.. Jazakumullah Khairon Katsiiran. Buat kaka-kaka yang baik hati: Kak Alida, Kak Neli, Kak Edi, Kak Syaiful, Kak Ajat, Kak Ria, Kak Imron, Kak Hayati, Kak Idin, Kak Wiwit, Kak Taufik, Kak Dedi, Kak Cahyo, Kak Danu, Kak Fuji, Kak siti, kak Euis: Uhibbukumfillah Jamii’aan. Semoga Allah menjaga kalian semua dan kita dipertemukan di JannahNya.
Seseorang yang tidak mau disebutkan namanya (KROSMA LOVERS)

Sabtu, 16 Juni 2012


Mungkin banyak warga sekolah yang bertanya, guru-guru sekalipun, “ngapain sih mentoring itu?”, atau bahkan banyak yang terjebak isu radikalisme juga NII yang pada akhirnya membuat orang berfikiran negatif dengan Mentoring, hampir di setiap sekolah yang ada Rohisnya. Padahal, “Judgment”,”Melabel” tanpa dasar dsb itu sangat menjatuhkan harga diri anak-anak usia remaja, karena sebelumnya mereka semangat. Kadang hal ini kurang terpikirkan oleh orang-orang dewasa.
 Hmm, kalau saya jadi warga sekolah, saya akan berpikir cerdas dan teliti, karena bisa jadi anggapan yang kurang baik ini melukai berbagai pihak, atau bahkan mengikis dan menghilangkan sumber motivasi yang selama ini ada di sekolah. Bahkan, kalau saya jadi kepala sekolah, saya pasti mewajibkan mentoring, kenapa? Karena secara psikologi, usia SMA itu merupakan masa Adolesence, yaitu masa remaja. Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.
Terus emang kenapa kalau sudah remaja? Harus banget gitu ikut mentoring? Diluar dari teori lah ya, kita bisa merasakan sendiri waktu kita sedang remaja terlebih saat SMA, bergerak tanpa arah terombang ambing kesana kemari, lebih banyak terpengaruh oleh lingkungan. Sebagai manusia yang lebih dewasa dari remaja, bukankah kita patut memerankan tugas kita yaitu (watawashou bil haq, saling menasehati dalam kebenaran), dan (watawashou bis shobri, saling menasehati dalam kesabaran). Jangan sampai surat Al-Ashr ini hanya bergema sangat keras saat doa pulang sekolah, tapi tanpa makna yang tidak akan diwujudkan dalam realita.


Iya sih, di kelas juga sudah belajar fiqih, aqidah dan lain-lain, tapi harus diingat bahwa, salah satu komponen pembelajaran, yaitu “metode dan media” 20% menentukan keberhasilan pembelajaran. Pembelajaran di kelas secara klasikal, ibarat gelombang, yaitu  yang terdekatlah yang akan terkena gelombang tersebut, yang duduk dibelakang hanya mendapat sedikit getarannya saja, dan menyebabkan tidak paham. Mentoring merupakan metode Focus Group Discussion yang memperhatikan rasio anak dan guru. Dengan mentoring yang biasanya berbentuk melingkar, merapat seolah tidak ada celah untuk syetan masuk, sampai-sampai kita bisa mendengar sangat dekat, kerucuk perut saudara kita yang sedang lapar, dengan itu banyak aspek yang dikembangkan. Kalau 20% nya metode, lalu 80% nya apa ? 80 % nya adalah ruhiyah mentor, iman,ikhlas dan ibadahnya. Kenapa? Karena Goal dari mentoring adalah Bagaimana Menyentuh Hati? Dan Hati akan tersentuh dengan Hati pula.
Anna Freud (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Ditambah lagi oleh hasil penelitian Erick Erikson dalam teori psikososial bahwa usia remaja itu masuk kedalam tahapan Identity vs identify confusion (identitas vs kebingungan identitas). Mentoring membantu anak-anak untuk menemukan potensi dirinya, dengan bimbingan dari orang dewasa, materi yang mengarah kepada pembentukan perilaku, dengan pendekatan ketuhanan yang menyadarkan remaja akan tugasnya sebagai makhluk, sehingga proses pencarian identitas itu bisa berjalan dengan baik. 
Untuk lebih meyakinkan manfaat mentoring tersebut, berikut saya lampirkan dialog saat mentoring bersama anak MAN 15, Kamis 14 Juni 2012 di Mushalla Al-Inayah






......................................................................................................................................................
      Sudah saatnya mentoring dimulai, ternyata ketua ROHIS meminta untuk rapat, karena takut gak ada waktu lagi (kebayang muka bete adik2, karena setelah itu mentoring), saat itu anak-anak membahas tentang “Demo Eskul” dan “MSB”(Marhaban Siswa Baru).
Langsung saja, usai mereka rapat, dilanjutkan dengan mentoring
Kata seorang adik:“kak,jangan lama-lama ya...”
Oke kita sebentar saja... sampe jarum panjangnya ke angka 6..baik langsung saja kita buka dengan lafadz basmallah,. “ujar kaka pembimbing”
Nah sebelum masuk materi kaka mau nanya nih, teman-teman kalau shalat berapa lama sekaligus do’a?
Hmm..paling lama 5 menit kak udah sama doa “anak-anak jawab keroyokan”
Baiklah..kita kalikan dengan shalat 5 waktu: 5x5menit=25 menit “ujar kaka pembimbing”
 25 menit?..Bayangkan teman-teman.. 1 hari=24 jam, kita Cuma punya waktu bersama Allah 25 menit? Coba kita sama-sama pikirkan? Tega amat ya... 24 jam vs 25 menit. Mungkin lebih lama waktu nonton kita, waktu online kita, dan waktu sms an kita. Belom lagi kalau shalatnya sambil ngegalau..g khusyu dah jadinya..tambah tega sama Allah. Kalau jejak2 waktu kita diperlihatkan, tentu waktu bermain kita lebih banyak daripada waktu ibadah kita,meski beberapa jam teman-teman belajar di sekolah, tapi di sekolah juga kebanyakan mainnya, ya kan?.
Tapi Allah begitu baik teman-teman, segala aktivitas yang kita lakukan dapat bernilai ibadah..kalau? hayooo siapa yang tahu kalau apa?
Kalau dimulai dengan Basmallah kak.. “jawab seorang anak”
Yups betul sekali...
“Setiap pekerjaan penting yang tidak dibuka dengan bismillahirrahmanirrahim akan terputus”. (Abu Daud dan Ibnu Majah)
Ditambah apa lagi? Hayoo siapa yang tahuuuuu?.. tambah sunnnah nya Rasulullah, dari hal yang terkecil aja sampai shaum sunnah, shalat sunnah dsb. Mentoring yang kita lakukan insyaAllah bernilai ibadah teman-teman, karena ditemani malaikat yang mulia lagi taat.
Yups sekarang kita masuk materi. Materinya berjudul: “GALAU”
Anak-anak tertawa...#gue banget
Tau apa itu Galau?
Sakit hati kak, putus asa kak..bla bla bla bla.....”jawab anak-anak”
Sssssssssssst..kata Ibnu At-Thailah yang kaka baca di Novelnya kang Abik
“Cinta Sejati itu menyembuhkan, tidak menyakitkan”
Apaan kak..apaan kak? Dalem banget kata2nya...#sambil pada nyatet..”ujar anak-anak”
“Cinta sejati itu menyembuhkan, tidak menyakitkan”
(haha..pasti langsung lo tulis jadi status “ujar salah satu anak”)
Galau itu ya kalau kaka baca di artikel2 remaja, rasanya seolah-olah kayak butuh disiram shower kepalanya..saking enek dan pusingnya.. Pada pernah galau? “tanya pembina”
Nah, balik lagi ke kata2nya Ibnu At-Thailah...Maka kalau kamu ngerasa sakit, sama cinta yang belum waktunya.. itu bukan cinta sejati.
Kalian tahu? Kalau kita cinta sama makhluk, itu pasti kita akan ngerasa kehilangan,sama orang tua kita sekalipun apalagi sama laki-laki yang belum mahramnya, tapi kalau cinta sama Allah, kita g akan pernah kehilangan..selama kita jaga Allah di hati kita.
(anak-anak sibuk nyatet)
Ada dua hal teman-teman kata Ibnu Ath-Thailah hal yang bisa mencegah galau..mau tau?mau banget? “tanya kaka pembimbing”
1.      Rasa cinta kepada Allah yang luar biasa menggetarkan hati. Jadi gini teman-teman kalau cinta kita udah luar biasa sama Allah, dengan sendirinya cinta-cinta yang lain itu jadi kecil dan tersingkir.
2.      Rasa rindu kepada All ah yang dahsyat sampe kita merasa merana. Jdi bukan merana karena cinta yang lagu dangdut itu lho...Gini teman-teman, kalau dihati kita menyusup nih rindu-rindu kepada yang bukan mahram, maka periksalah tingkat kerinduan kita sama Allah. Pernah ngerasain gersang, karena g baca quran sehari? Atau pernah g ngerasain apa2, sampe bermaksiat pun g kerasa? Sampe nangis pun g bisa? Hati2 temen-temen...itu berarti nafsu amarah menguasi diri kita. Kalau kita sibuk mikirin Allah, maka kita g akan sibuk mikirin yang lain.

(masih pada sibuk nyatet)

Oh iya, tau gak Nabi juga pernah galau lho
(waaah,,..berarti kalau aq galau ngikutin sunnah donk)”ujar salah seorang anak sambil bercanda”
Sssssst..tunggu dulu..galau yang gimana dulu...”ujar kaka pembimbing”
Nih ya..kaka baca dari artikel ustadz asharudin dari facebook..

Galaunya Nabi  Ibrahim, Imran, dan Nabi Zakariya waktu mereka belum dikasih anak:

Ya… Allah, berikanlah kami keturunan, yang kelak akan meneruskan perjuanganku ini, meneruskan risalah-Mu ini."

Apa coba galaunya? Memohon minta anak tapi untuk meneruskan perjuangan..berarti galaunya untuk UMMAT.

Terus ada lagi galau dari Nabi Musa sampe-sampe Allah menjadikan Harun sebagai jubir dakwah

"Ya.. Allah, lidahku ini cacat, tak fasih jika aku memberi nasehat kepada umatku!"

Kemudian apa lagi coba, galau dari Nabi Muhammad Saw

"Ya.. Allah, umatku telah jauh tersesat, mereka menyekutukanmu, memakmurkan kemungkaran, dan menjauhkan kebaikan. Sedangkan aku adalah hambamu yang lemah, seorang yatim piatu! Bagaimana aku mampu mengubah mereka?"

Subhanallah..Nabi kita galau bukan karena memikirkan kesenangan diri sendiri, tapi keselamatan orang banyak. Mungkin sering kali kita galau “ya Allah jaga dia selalu buat aq ya, jodohin aq dengan dia”..hufft..sering begini

Makanya teman-teman bersyukur ada di AKRAM..Kenapa? Karena GALAU nya jadi terarah. Kaya tadi ..Galau nya karena MSB (Marhaban Siswa Baru).. Duuuuh dananya kurang banget ya... atau duuuh cokelatnya kurang ga ya? Duuuh siswa di MAN 15 ada berapa orang sih?

Nah, Subhanallah banget kan? Galau kalian barusan karena memikirkan Dakwah.. memikirkan kebaikan untuk siswa/i baru MAN 15.

Tiba-tiba 2 adik datang....

Padahal sudah mau selesai

Kak materinya tentang apa? Tanyanya

GALAU #”ujar pembina”

Ha? Galau? “jawab adik”

Kaka pembimbing mengulang: “Cinta Sejati itu menyembuhkan, tidak menyakitkan” kalau kamu cinta sama Allah kamu tidak akan pernah kehilangan.

Yaudah kita tutup dengan lafadz Hamdallah

Dan Adaa adik bilang: “Kak, belum sampe angka enam?”

Sang kaka pembimbing berfikir: Oh cepet juga ya... G apa2.. ^____^

“Kemudian pulang bersama”

Kesimpulannya: Sudahkah tahu sekarang apa yang dibutuhkan adik-adik kita? Dari kebutuhan perkembangannya tentu perhatian,kasih sayang, bimbingan dan arahan yang harus kita berikan. Cukup itu, dan tentu nya menyadarkan adik-adik bahwa kita perlu melibatkan Allah dalam segala aktivitas kita, dengan beegitu dirinya lebih terjaga.


”Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.” (Dr. G.J. Nieuwenhuis)

Selasa, 05 Juni 2012


    CIRACAS – Pengurus Forum Alumni Rohis MAN 2 & MAN 15 (FARM 2) periode 2012/2013 mengadakan “Rujak Party” pada hari Sabtu (2/6/2012) di Masjid At-Taqwa MAN 2, sebagai moment silaturahmi, brainstorming dan perencanaan program kerja dakwah periode 2012/2013 untuk persiapan Musyawarah kerja pada 23 Juni mendatang.



    Acara ini diawali dengan tilawah (pembacaan Al-Quran-red), dan dilanjutkan dengan agenda sosialisasi rencana program kerja masin
g-masing divisi. Sembari menikmati rujak dengan bermacam jenis buah, Saputra, staff Divisi HUMAS mengawali sosialisasi tersebut. Saputra menjelaskan bahwa HUMAS mempunyai program kerja antara lain F2SC (FARM2 SMS Center), Blog FARM 2.15 dengan jenis tulisan event, info, dan tausyiah, serta sosialisasi program kerja ke Sekolah maupun Pembina.



    Dilanjutkan oleh Hamzah, staff Divisi Nasyrul Fikrah menjelaskan bahwa divisinya akan mengadakan program “Kelas Keterampilan” yang membuka tiga kelas diantaranya kelas computer dengan instruktur Hamzah, kelas Nasyid dengan Instruktur Saputra dan kelas Handicraft dengan istrukstur Kak Dewi.


   Divisi selanjutnya yaitu Kaderisasi, staff yang hadir menjelaskan bahwa kaderisasi tidak mendirikan program baru melainkan hanya  melakukan fungsi pendampingan dan pengawasan pada program kerja AKRAM dan KROSMA. Sedangkan, untuk program yang berkaitan dengan alumni, divisi ini berencana mengadakan Tatsqif rutin 3 bulan sekali.
Banyaknya rencana kerja dengan konsep baru dan harapan yang terlontar dari pengurus yang hadir saat itu, menandakan Forum Alumni Rohis MAN 2 dan MAN 15 tengah merancang cita-cita besar yang telah dieja (disebutkan-red) melalui berbagai program kerja pada acara rujak party FARM 2.15, dan akan disahkan pada Musyawarah Kerja FARM 2.15.  (NM)

Minggu, 03 Juni 2012





FARM2.15 mengadakan inovasi secara besar-besaran untuk periode kali ini. Dimulai dari F2.15SC (FARM2.15 SMS Center), FARM2.15MAIL (MILIS FARM2) dan terakhir ini adalah FARM2.15Blog. Mengapa blog, kenapa tidak website yang memiliki domain sendiri? Untuk awalan pengurus mencoba untuk membuat blog terlebih dahulu. Jika aktif dan peminatnya atau pengunjungnya semakin banyak maka Insya Allah ke depannya akan dibuatkan website sendiri.

Masalah desaign yang digunakan kali ini yakni mirip sekali dengan facebook. Kami membuat seperti itu karena facebook sudah familiar di mata masyarakat atau teman-teman sehinga blog ini juga lebih mudah dan terlihat nyaman.

Kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan untuk perbaikan kepengurusan kami ke depannya.

-FARM2.15 Blog-

Minggu, 28 Maret 2010




Seminggu setelah acara dari Divisi Syiar yakni tentang OHF, kami para pengurus diminta untuk mengikuti dauroh murobbi yakni yang bertujuan untuk melatih para pengurus menjadi murobbi yang ideal. Acara yang diisi oleh Ust. Arsalsah ini sangat diminati oleh para peserta. Terbukti banyak yang bertanya ketika memasuki sesi tanya jawab. Lalu apakah pengurus FARM2 sudah siap menjadi murobbi yang ideal? Insya Allah 

nb:
foto di atas pemberian kenang-kenangan kepada Ust. Arsalsah

-FARM2 Blog-

Minggu, 21 Maret 2010





Apa sih Open House FARM2? Sama halnya dengan Open House yang biasa kalian dengar, namun ini adalah suatu acara pengenalan FARM2 kepada dunia luar. 
Hanya saja yang berpartisipasi pesertanya bisa dihitung dengan jari karena waktunya yang kurang di manage (esoknya ada Ujian Nasional).  Namun ada secercah harapan dari KROSMA akan adanya seorang ikhwan yang turut berpartisipasi dalam dakwah ini.

Ada games yang menarik juga yang dibuat oleh Ukh. Nining yang memiliki banyak ibroh di dalamnya 

(lihat foto)
Sempat terjadi insiden pada panitia konsumsi yang menyediakan ayam bakar karena bukan hanya membakar ayam namun sampai ke lingkungan masjid juga (katanya sih terlalu banyak nyiram minyak tanah..)
Namun kesemuanya dibayarkan dengan setimpal dengan acara ramah tamah (makan bersama). Buat yang belum bisa hadir, tunggu OHF berikutnya.. 

-FARM2 Blog-