Mungkin banyak
warga sekolah yang bertanya, guru-guru sekalipun, “ngapain sih mentoring itu?”,
atau bahkan banyak yang terjebak isu radikalisme juga NII yang pada akhirnya
membuat orang berfikiran negatif dengan Mentoring, hampir di setiap sekolah
yang ada Rohisnya. Padahal, “Judgment”,”Melabel” tanpa dasar dsb itu sangat
menjatuhkan harga diri anak-anak usia remaja, karena sebelumnya mereka
semangat. Kadang hal ini kurang terpikirkan oleh orang-orang dewasa.
Hmm, kalau saya jadi warga sekolah, saya akan
berpikir cerdas dan teliti, karena bisa jadi anggapan yang kurang baik ini
melukai berbagai pihak, atau bahkan mengikis dan menghilangkan sumber motivasi
yang selama ini ada di sekolah. Bahkan, kalau saya jadi kepala sekolah, saya pasti
mewajibkan mentoring, kenapa? Karena secara psikologi, usia SMA itu merupakan
masa Adolesence, yaitu masa remaja. Menurut Papalia dan
Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa
kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13
tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.
Terus emang kenapa
kalau sudah remaja? Harus banget gitu ikut mentoring? Diluar dari teori lah ya, kita bisa merasakan sendiri waktu kita sedang remaja
terlebih saat SMA, bergerak tanpa arah terombang ambing kesana kemari, lebih
banyak terpengaruh oleh lingkungan. Sebagai manusia yang lebih dewasa dari
remaja, bukankah kita patut memerankan tugas kita yaitu (watawashou bil haq,
saling menasehati dalam kebenaran), dan (watawashou bis shobri, saling
menasehati dalam kesabaran). Jangan sampai surat Al-Ashr ini hanya bergema
sangat keras saat doa pulang sekolah, tapi tanpa makna yang tidak akan
diwujudkan dalam realita.
Iya sih,
di kelas juga sudah belajar fiqih, aqidah dan lain-lain, tapi harus diingat
bahwa, salah satu komponen pembelajaran, yaitu “metode dan media” 20%
menentukan keberhasilan pembelajaran. Pembelajaran di kelas secara klasikal,
ibarat gelombang, yaitu yang terdekatlah
yang akan terkena gelombang tersebut, yang duduk dibelakang hanya mendapat
sedikit getarannya saja, dan menyebabkan tidak paham. Mentoring merupakan
metode Focus Group Discussion yang memperhatikan rasio anak dan guru. Dengan
mentoring yang biasanya berbentuk melingkar, merapat seolah tidak ada celah
untuk syetan masuk, sampai-sampai kita bisa mendengar sangat dekat, kerucuk
perut saudara kita yang sedang lapar, dengan itu banyak aspek yang dikembangkan.
Kalau 20% nya metode, lalu 80% nya apa ? 80 % nya adalah ruhiyah mentor,
iman,ikhlas dan ibadahnya. Kenapa? Karena Goal dari mentoring adalah Bagaimana
Menyentuh Hati? Dan Hati akan tersentuh dengan Hati pula.
Anna
Freud (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses
perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan
psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan
cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan
orientasi masa depan. Ditambah lagi oleh hasil penelitian
Erick Erikson dalam teori psikososial bahwa usia remaja itu masuk kedalam
tahapan Identity vs identify confusion
(identitas vs kebingungan identitas). Mentoring membantu anak-anak untuk menemukan potensi
dirinya, dengan bimbingan dari orang dewasa, materi yang mengarah kepada
pembentukan perilaku, dengan pendekatan ketuhanan yang menyadarkan remaja akan
tugasnya sebagai makhluk, sehingga proses pencarian identitas itu bisa berjalan
dengan baik.
Untuk lebih meyakinkan manfaat mentoring tersebut,
berikut saya lampirkan dialog saat mentoring bersama anak MAN 15, Kamis 14 Juni
2012 di Mushalla Al-Inayah
......................................................................................................................................................
Sudah saatnya mentoring dimulai, ternyata ketua
ROHIS meminta untuk rapat, karena takut gak ada waktu lagi (kebayang muka bete
adik2, karena setelah itu mentoring), saat itu anak-anak membahas tentang “Demo
Eskul” dan “MSB”(Marhaban Siswa Baru).
Langsung saja, usai mereka rapat, dilanjutkan dengan
mentoring
Kata
seorang adik:“kak,jangan lama-lama ya...”
Oke kita sebentar saja... sampe
jarum panjangnya ke angka 6..baik langsung saja kita buka dengan lafadz
basmallah,. “ujar kaka pembimbing”
Nah sebelum masuk materi
kaka mau nanya nih, teman-teman kalau shalat berapa lama sekaligus do’a?
Hmm..paling
lama 5 menit kak udah sama doa “anak-anak
jawab keroyokan”
Baiklah..kita
kalikan dengan shalat 5 waktu: 5x5menit=25 menit “ujar kaka pembimbing”
25 menit?..Bayangkan teman-teman.. 1 hari=24
jam, kita Cuma punya waktu bersama Allah 25 menit? Coba kita sama-sama
pikirkan? Tega amat ya... 24 jam vs 25 menit. Mungkin lebih lama waktu nonton
kita, waktu online kita, dan waktu sms an kita. Belom lagi kalau shalatnya
sambil ngegalau..g khusyu dah jadinya..tambah tega sama Allah. Kalau jejak2
waktu kita diperlihatkan, tentu waktu bermain kita lebih banyak daripada waktu
ibadah kita,meski beberapa jam teman-teman belajar di sekolah, tapi di sekolah
juga kebanyakan mainnya, ya kan?.
Tapi Allah
begitu baik teman-teman, segala aktivitas yang kita lakukan dapat bernilai
ibadah..kalau? hayooo siapa yang tahu kalau apa?
Kalau
dimulai dengan Basmallah kak.. “jawab
seorang anak”
Yups betul
sekali...
“Setiap pekerjaan penting yang tidak dibuka dengan
bismillahirrahmanirrahim akan terputus”. (Abu Daud dan
Ibnu Majah)
Ditambah
apa lagi? Hayoo siapa yang tahuuuuu?.. tambah sunnnah nya Rasulullah, dari hal
yang terkecil aja sampai shaum sunnah, shalat sunnah dsb. Mentoring yang kita
lakukan insyaAllah bernilai ibadah teman-teman, karena ditemani malaikat yang
mulia lagi taat.
Yups
sekarang kita masuk materi. Materinya berjudul: “GALAU”
Anak-anak
tertawa...#gue banget
Tau apa
itu Galau?
Sakit hati
kak, putus asa kak..bla bla bla bla.....”jawab
anak-anak”
Sssssssssssst..kata
Ibnu At-Thailah yang kaka baca di Novelnya kang Abik
“Cinta Sejati itu menyembuhkan, tidak menyakitkan”
Apaan
kak..apaan kak? Dalem banget kata2nya...#sambil pada nyatet..”ujar anak-anak”
“Cinta sejati itu menyembuhkan, tidak menyakitkan”
(haha..pasti
langsung lo tulis jadi status “ujar salah
satu anak”)
Galau itu
ya kalau kaka baca di artikel2 remaja, rasanya seolah-olah kayak butuh disiram
shower kepalanya..saking enek dan pusingnya.. Pada pernah galau? “tanya pembina”
Nah, balik
lagi ke kata2nya Ibnu At-Thailah...Maka kalau kamu ngerasa sakit, sama cinta
yang belum waktunya.. itu bukan cinta sejati.
Kalian
tahu? Kalau kita cinta sama makhluk, itu pasti kita akan ngerasa
kehilangan,sama orang tua kita sekalipun apalagi sama laki-laki yang belum
mahramnya, tapi kalau cinta sama Allah, kita g akan pernah kehilangan..selama
kita jaga Allah di hati kita.
(anak-anak
sibuk nyatet)
Ada dua
hal teman-teman kata Ibnu Ath-Thailah hal yang bisa mencegah galau..mau tau?mau
banget? “tanya kaka pembimbing”
1.
Rasa cinta kepada Allah yang
luar biasa menggetarkan hati. Jadi gini teman-teman kalau cinta kita udah luar
biasa sama Allah, dengan sendirinya cinta-cinta yang lain itu jadi kecil dan
tersingkir.
2.
Rasa rindu kepada All ah
yang dahsyat sampe kita merasa merana. Jdi bukan merana karena cinta yang lagu
dangdut itu lho...Gini teman-teman, kalau dihati kita menyusup nih rindu-rindu
kepada yang bukan mahram, maka periksalah tingkat kerinduan kita sama Allah.
Pernah ngerasain gersang, karena g baca quran sehari? Atau pernah g ngerasain
apa2, sampe bermaksiat pun g kerasa? Sampe nangis pun g bisa? Hati2
temen-temen...itu berarti nafsu amarah menguasi diri kita. Kalau kita sibuk
mikirin Allah, maka kita g akan sibuk mikirin yang lain.
(masih pada sibuk nyatet)
Oh iya, tau gak Nabi juga pernah galau lho
(waaah,,..berarti kalau aq galau ngikutin sunnah donk)”ujar salah seorang anak sambil bercanda”
Sssssst..tunggu dulu..galau yang gimana dulu...”ujar kaka pembimbing”
Nih ya..kaka baca dari artikel ustadz asharudin dari facebook..
Galaunya Nabi Ibrahim, Imran, dan Nabi Zakariya waktu mereka
belum dikasih anak:
“Ya… Allah, berikanlah kami keturunan,
yang kelak akan meneruskan perjuanganku ini, meneruskan risalah-Mu ini."
Apa coba galaunya? Memohon minta anak tapi untuk meneruskan perjuangan..berarti
galaunya untuk UMMAT.
Terus
ada lagi galau dari Nabi Musa sampe-sampe Allah menjadikan Harun sebagai jubir
dakwah
"Ya..
Allah, lidahku ini cacat, tak fasih jika aku memberi nasehat kepada
umatku!"
Kemudian apa lagi coba, galau dari Nabi Muhammad
Saw
"Ya..
Allah, umatku telah jauh tersesat, mereka menyekutukanmu, memakmurkan
kemungkaran, dan menjauhkan kebaikan. Sedangkan aku adalah hambamu yang lemah,
seorang yatim piatu! Bagaimana aku mampu mengubah mereka?"
Subhanallah..Nabi kita galau bukan
karena memikirkan kesenangan diri sendiri, tapi keselamatan orang banyak.
Mungkin sering kali kita galau “ya Allah
jaga dia selalu buat aq ya, jodohin aq dengan dia”..hufft..sering begini
Makanya teman-teman bersyukur ada di
AKRAM..Kenapa? Karena GALAU nya jadi terarah. Kaya tadi ..Galau nya karena MSB
(Marhaban Siswa Baru).. Duuuuh dananya
kurang banget ya... atau duuuh cokelatnya kurang ga ya? Duuuh siswa di MAN 15 ada berapa orang sih?
Nah, Subhanallah
banget kan? Galau kalian barusan karena memikirkan Dakwah.. memikirkan kebaikan
untuk siswa/i baru MAN 15.
Tiba-tiba 2 adik datang....
Padahal sudah mau selesai
Kak materinya tentang apa? Tanyanya
GALAU #”ujar pembina”
Ha? Galau? “jawab adik”
Kaka pembimbing mengulang: “Cinta
Sejati itu menyembuhkan, tidak menyakitkan” kalau kamu cinta sama Allah kamu
tidak akan pernah kehilangan.
Yaudah kita tutup dengan lafadz
Hamdallah
Dan Adaa adik bilang: “Kak, belum sampe
angka enam?”
Sang kaka pembimbing berfikir: Oh cepet
juga ya... G apa2.. ^____^
“Kemudian pulang
bersama”
Kesimpulannya: Sudahkah tahu sekarang apa yang dibutuhkan adik-adik kita?
Dari kebutuhan perkembangannya tentu perhatian,kasih sayang, bimbingan dan
arahan yang harus kita berikan. Cukup itu, dan tentu nya menyadarkan adik-adik
bahwa kita perlu melibatkan Allah dalam segala aktivitas kita, dengan beegitu
dirinya lebih terjaga.
”Suatu
bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang
suka berkorban untuk keperluan bangsanya.” (Dr. G.J. Nieuwenhuis)