Rabu, 29 Agustus 2012



Takut, deg-degan, pengen nangis “ujar Aldina Nur Risqi sebagai ketua kelompok karya ilmiah saat menunggu pengumuman yang ternyata diundur hingga tanggal 24 September 2012. Semakin sabar, pasti akan ada kabar baik, apapun itulah yang terbaik ”Nurlia sari sebagai anggota kelompok karya ilmiah menguatkan”. Partisipasi anak rohis dalam karya tulis ilmiah ini tiada lain adalah ingin membuktikan bahwa anak-anak Rohis adalah anak-anak terbaik, ini merupakan bentuk perjuangan secara akademik yang membawa nama baik Islam dan nama baik sekolah. Seolah diingatkan kembali dengan Surat Ali Imran ayat 110 yang artinya:
Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,(karena kamu) menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar...”

Keinginan yang kuat untuk mengisi pos-pos prestasi dimanapun, dan berharap Islam lah yang mendominasi prestasi tersebut membuat kedua remaja berusia 15 dan 16 tahun ini bersemangat, hingga mengorbankan tenaga, materi, juga sebagian waktunya untuk studi pustaka di perpustakaan, searching, dan edit data di rumah salah satu alumni hingga larut. Karya ilmiah merupakan bentuk telaah, atau perhatian kita terhadap apa yang Allah ciptakan.

Hingga tiba, 24 September 2012 pengumuman melalu web: nutritionexpo.co.cc. Kakak
, kita gak lolos :’) ”ujar Nurlia Sari dalam sebuah pesan singkat. Karya Ilmiah tingkat nasional ini diikuti oleh berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia, untuk tingkat pelajar, 3 kelompok dari daerah menjadi finalis yang akan presentasi nantinya.  Karya Ilmiah anak Rohis MAN 15 yang berjudul ”Penanaman pentingnya gizi seimbang bagi remaja untuk menyiapkan calon ibu generasi sehat” memang tidak lolos dalam lomba ini, tapi pengalaman yang ditorehkan, menguatkan semangat kedua remaja ini untuk maju. Nurlia Sari, meski masih menduduki kelas XI, dia semakin yakin dan semangat untuk melanjutkan studi ke Kebidanan, dan juga Aldina Nur Risqi, ia semakin ingin mengasah kemampuan menulisnya dan ingin melanjutkan ke Kesehatan
.


Hikmah adalah milik umat yang bersyukur. Dan Ikhlas adalah kunci kesuksesan setelah kita berikhtiar dan tawakkal. Yakin bahwasanya, yang Allah nilai adalah proses, kelurusan niat, dan jejak/bekas-bekas yang baik yang telah ditorehkan selama penyusunan karya tulis ilmiah tersebut. Berharap kedepannya, anak-anak Rohis dimanapun berada, mengisi pos-pos prestasi dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari jalan juang dan pembuktian sebagai umat terbaik. Untuk AKRAM (Akhwal Kepemudaan Rohis MAN 15) tetap semangat!